
PERTH - Harga minyak dunia turun sebesar dua persen ke level USD50 per barel pada perdagangan hari ini. Hal ini disebabkan adanya ketakutan akan penyakit pandemik flu global sesudah mewabahnya flu babi di Meksiko.
Seperti dilansir dari Reuters, Senin (27/4/2009), harga minyak mentah AS untuk bulan Juni jatuh sebesar USD1,08 ke level USD50,47 per barel pada pukul 00.33 GMT.
Hal tersebut menghapus beberapa keuntungan yang diperoleh pada hari Jumat lalu yaitu sebesar USD1,93 yaitu sebesar USD51,55. Adapun harga minyak jenis Brent di pasar London jatuh sebesar 77 sen ke level USD50,90.
"Flu babi di Meksiko juga menyebabkan suatu ketakutan risiko di pasar. Para investor sedang mewaspadai data pendapatan bisnis dan data ekonomi minggu ini," ujar analis komoditas di Bank Nasional Australia, Ben Wesmore.
Mengingatkan pada flu burung di Asia pada satu dasawarsa lalu, munculnya flu babi bisa menjadi kemunduran utama pada perekonomian dunia, setelah krisis finansial global yang belum juga ada kepastian akan berakhir.
Dolar Amerika pun berada pada titik terendah dalam kurun sebulan dibandingkan dengan yen. Khawatir akan penyebaran flu dari Meksiko ini membawa para investor untuk berinvestasi pada mata uang yang lebih aman seperti yen dan franc Swiss.
Harga minyak selama bulan ini bergerak di kisaran USD50 per barel sudah mengikuti ekuitas pekan-pekan ini sewaktu penanam modal mengharapkan tanda perbaikan ekonomi yang bisa menghidupkan kembali permintaan untuk bahan bakar.
Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah Al-Badri menyebutkan bahwa harga minyak dunia bisa pulih ke level USD60 per barel menjelang akhir tahun jika ekonomi global menunjukkan perbaikan. Namun dia menilai hal itu terlalu cepat untuk menyebutkan keputusan pemotongan produksi sebelum pertemuan kartel berikutnya pada 28 Mei mendatang.
Selengkapnya...
NILAI PENJASORKES KLS X AV2 SEMESTER GENAP TH 2010/2011
14 tahun yang lalu