Selasa, 19 Mei 2009

Tips dan trik disiplin

Tidak konsekuen pada waktu..karena G disiplin???

Q Punya trikya nie bwt kita agar bisa hidup disiplin....

Setiap orang tua menyadari bahwa menanamkan disiplin haruslah dimulai sejak dini. Orang tua berharap anak mampu mengikuti saran orang tua agar bersikap baik dan menjauhi sifat atau tingkah laku yang buruk.

Bagaimanakah sebenarnya menanamkan kedisiplinan pada anak sejak dini yang efektif itu? Berikut ini Tips dan Trik yang efektif, diantaranya adalah:

1. Menyadari bahwa ada faktor motivasi di balik tingkah laku buruk yang ditampilkan anak. Anak mempunyai motivasi untuk bertingkah laku buruk, misalnya bosan, mencari perhatian, balas dendam atau yang lain. Agar dapat mengubah perilaku anak, orang tua juga perlu mengetahui motivasi di balik tingkah lakunya.

2. Tetapkan batasan yang jelas dan tepat. Orang tua perlu menjelaskan batasan yang jelas hal-hal apa saja yang diperbolehkan dan apa yang dilarang. Penjelasan perlu diberikan dengan mendetail sehingga anak-anak tidak bertanya-tanya. Adanya batasan dapat membantu anak menentukan pilihan perilaku.

3. Hubungkan disiplin dengan situasi yang sedang terjadi. Orang tua harus menghubungkan disiplin dengan tingkah laku yang terjadi saat ini. Orang tua perlu menekankan bahwa tingkah laku buruk tidak dapat diterima orang tua. Orang tua perlu meyakinkan bahwa ia tidak menyukai perilaku buruk tapi tidak membencinya. Orang tua juga perlu menjelaskan alasan mengapa tingkah laku tertentu tidak disukai. Hal ini melatih anak untuk memahami bahwa tingkah lakunya memiliki dampak bagi orang lain.

4. Konsekuensi. Disiplin tanpa konsekuensi dapat membingungkan anak dan cenderung memunculkan masalah sama di masa depan. Jika anak melakukan kembali tindakan yang dilarang, anak juga harus diberi konsekuensi yang sama seperti sebelumnya. Konsekuensi ini juga berlaku bagi orang tua sendiri.

5. Jangan memberi sanksi disiplin di muka umum. Pemberian sanksi disiplin dapat menjadi hal yang sensitif bagi anak. Jika ingin mendisiplinkan berbicaralah berdua dengan anak dan jangan dilakukan di hadapan orang lain. Pemberian sanksi di muka umum justru akan membuat anak merasa malu dan marah. Oleh karena itu hargailah perasaan anak juga.

6. Hindari amarah yang meledak-ledak. Dalam mendisiplinkan kepada anak dibutuhkan ketegasan orang tua. Namun, tidak berarti bahwa orang tua harus berteriak atau membentak anak. Hal semacam itu justru dapat mebuat disiplin anak menjadi tidak efektif. Sebaiknya orang tua perlu berbicara dengan lembut, tetapi tegas. Hindari pembicaraan dengan anak jika anda dalam kondisi marah.

7. Tetapkan disiplin yang sesuai untuk perilaku buruk. Orang tua perlu membuat sanksi disiplin yang sesuai dengan perilaku buruk. Di samping itu, orang tua harus memperhatikan agar jangan sampai disiplin diterapkan terlalu lemah atau terlalu keras pada anak.

8. Sanksi disiplin diberikan segera setelah perilaku buruk ditampilkan. Jika orang tua mengetahui bahwa anak telah melanggar disiplin, segeralah menerapkan sanksi disiplin pada anak. Jangan menundanya hingga beberapa waktu. Penundaan justru dapat membuat anak mengira orang tua tidak bersungguh-sungguh menerapkan disiplin pada dirinya.

9. Pengawasan hingga beberapa waktu. Orang tua perlu membicarakan mengenai disiplin yang diterapkan pada anak. Ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana anak dapat memahami dan belajar sesuatu dari penerapan disiplin dan sejauh mana anak bersungguh-sungguh menjalankannya.

Selamat mencoba....
Selengkapnya...

persipura juara asl perdana


Persipura Jayapura akhirnya mengunci gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Mutiara Hitam memastikannya setelah menaklukkan Persija Jakarta 3-1 di Gelora Bumi Kartini Jepara.

Dalam laga yang disiarkan langsung antv, Minggu malam, 17 Mei 2009, Persija separti tak bermain di kandangnya sendiri. Memang, akibat tak mendapatkan izin bermain di Jakarta, Macan Kemayoran harus menjadi tim musafir, bermain dari satu stadion ke stadion lain.


Tak aneh jika Persija kalah penguasaan bola sepanjang pertandingan dari Persipura sejak babak 1 yang berakhir 1-1. Persija kebobolan lebih dahulu lewat Boaz Solossa di menit 8.

Gol cantik Boaz dibayar tuntas Greg Nwokolo di menit 15 dengan tak kalah cantiknya. Juga lewat tendangan keras, kali ini dari luar kotak penalti.

Di babak 2, pertandingan sepertinya akan berakhir imbang. Tak lain karena beberapa peluang yang dilahirkan penyerang Persipura macam Ernest Jeremiah dan Boaz tak mampu membuahkan hasil. Boaz lagi-lagi membuang banyak peluang dengan tendangan melambung seperti di babak 1.

Demikian juga peluang Nwokolo di menit 65 yang masih aman di pelukan kiper Persipura, Yandri Pitoy. Sampai datang malapetaka buat Persija pada menit 73.

Boaz mencetak gol kedua memanfaatkan kemelut di kotak penalti Persija. Lagi-lagi lewat tendangan keras.

Persipura 2, Persija 1.

Tak lama berselang, gawang Persija kembali bobol. Pergerakan Jeremiah dari sisi kanan kotak penalti Persija diakhiri tendangan langsung ke gawang.

Bola sempat menyentuh tangan kiper Persija, Iswan Karim. Tapi, bola justru langsung masuk gawang.

Persipura 3, Persija 1.

Gol ini seolah mentasbihkan kehebatan Persipura di pentas LSI 2008/009. Pasalnya, ketinggalan dua gol susah dikejar dalam sisa waktu 14 menit. Sampai peluit panjang wasit dibunyikan, kedudukan tak berubah buat Persipura.

Dengan hasil ini, Persipura memastikan trofi juara LSI 2008/2009. Raihan Persipura: 73 poin dari 31 laga, tak terkejar oleh rival-rivalnya. Ini jadi trofi kedua Persipura di pentas Liga Indonesia setelah 2005.
Selengkapnya...

sby dan budiono tes kesehatan..


Capres Susilo Bambang Yudhoyono dan Cawapres Boediono menyapa wartawan sebelum menjalani tes kesehatan di unit Medical Check Up Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.


Hasil tes kesehatan tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa 19 Mei 2009.
Anggota KPU Syamsul Bahri di sela-sela tes pemeriksaan terhadap pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Senin, mengatakan hasil tes tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden akan diumumkan secara bersamaan.

Pasangan capres dan cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto menjalani tes kesehatan berbarengan dengan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto pada Minggu 17 Mei 2009.
Sedangkan pasangan Yudhoyono dan Boediono baru menjalani tes kesehatan pada Senin 18 Mei 2009.

"Tanggal 19 Mei pagi kami sudah hasil verifikasi, yang mana yang kurang bisa diperbaiki. Tanggal 18-19 ini kami coba," ujarnya.

Syamsul mengatakan menurut peraturan KPU, hasil tes kesehatan sudah harus diserahkan kepada partai politik pengusung setiap capres dan cawapres maksimal dalam empat hari sejak dilakukannya tes kesehatan.

Namun, menurutnya, KPU berusaha agar dalam tiga hari hasil tes kesehatan itu sudah selesai diumumkan sehingga KPU dapat menindaklanjuti tahapan selanjutnya.

Syamsul mengatakan setiap capres dan cawapres harus memenuhi kriteria kesehatan yang ditetapkan menurut UU Pilpres, mulai dari kesehatan organ-organ tubuh sampai tes kejiwaan.

Apabila capres atau cawapres tidak memenuhi salah satu dari kriteria tersebut, maka capres atau cawapres itu dinyatakan tidak layak untuk mengikuti kompetisi Pilpres 2009.

"Ya jelas, karena itu harus memenuhi semua persyaratan. Kalau satu syarat gagal, tentu dia tidak memenuhi itu," ujarnya.

Tes kesehatan yang harus dijalani oleh setiap capres dan cawapres terdiri atas beberapa rangkain untuk menguji fungsi dari organ-organ tubuh yang vital serta 500 pertanyaan untuk menguji kejiwaan serta pola hidup.

Tes yang dilakukan tim dokter yang terdiri atas lebih dari 50 orang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan tim dokter RSPAD Gatot Soebroto itu berlangsung antara tujuh hingga sepuluh jam.

Syamsul mengatakan tim dokter akan mengadakan rapat membahas hasil tes kesehatan tiga pasang capres dan cawapres pada Senin malam dan kemudian akan menyerahkan hasilnya ke KPU. (Ant)
Selengkapnya...